Jerowaru, Lombok Timur – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi melaksanakan kunjungan budaya ke Sekepat, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, pada Jumat, 15 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengenal sejarah, tradisi, serta warisan budaya masyarakat yang masih dijaga dan dilestarikan hingga saat ini.Jerowaru, Lombok Timur – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi melaksanakan kunjungan budaya ke Sekepat, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, pada Jumat, 15 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengenal sejarah, tradisi, serta warisan budaya masyarakat yang masih dijaga dan dilestarikan hingga saat ini.
Sekepat adalah bangunan sederhana dengan 4 tiang dan beratapkan alang alang. Kunjungan ke sekepat ini disambut hangat oleh tokoh adat dan masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai keberadaan Sekepat sebagai tempat penyimpanan benda-benda pusaka peninggalan Bale Beleq yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat Desa Jerowaru. Sekepat tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga mengandung nilai historis dan spiritual yang erat kaitannya dengan identitas budaya masyarakat Sasak. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh tokoh adat dan masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai keberadaan Sekepat sebagai tempat penyimpanan benda-benda pusaka peninggalan Bale Beleq yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat Desa Jerowaru. Sekepat tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga mengandung nilai historis dan spiritual yang erat kaitannya dengan identitas budaya masyarakat Sasak.
Mahasiswa KKN juga berkesempatan melihat secara langsung berbagai benda pusaka yang masih dirawat dengan baik oleh masyarakat. Tokoh adat menjelaskan bahwa benda-benda tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur sekaligus pengingat akan perjalanan sejarah dan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Selain mempelajari sejarah dan fungsi Sekepat, mahasiswa juga diajak memahami nilai-nilai kehidupan masyarakat seperti gotong royong, kebersamaan, serta pentingnya menjaga budaya lokal di tengah arus modernisasi yang semakin berkembang.Mahasiswa KKN juga berkesempatan melihat secara langsung berbagai benda pusaka yang masih dirawat dengan baik oleh masyarakat. Tokoh adat menjelaskan bahwa benda-benda tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur sekaligus pengingat akan perjalanan sejarah dan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Acara kunjungan ini diakhiri dengan sesi diskusi serta foto bersama antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat.diakhiri dengan sesi diskusi serta foto bersama antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat.