Jerowaru - Bertempat di rumah Kepala Wilayah Dusun Badui Jor, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, telah digelar acara sosialisasi dan pelatihan Digital Branding serta pemasaran produk bagi UMKM Desa Jerowaru melalui media sosial dan marketplace yang bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar bagi pelaku usaha terasi dan pelaku usaha umum.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja utama dari mahasiswa KKN Universitas Mataram di Desa Jerowaru. Kegiatan ini dapat juga dikatakan sebagai lanjutan dari sosialisasi sebelumnya dengan tema “Pengemasan dan Pengembangan Produk UMKM”. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pemahaman pelaku UMKM yang ada di Desa Jerowaru secara berkelanjutan, yang mana sebuah produk harus memiliki kemasan yang rapi, tahan lama, dan menarik terlebih dahulu agar konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut. Setelah produk dikemas, selanjutnya produk diberikan nama produk atau brand produk, logo, dan legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB) maupun halal.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Mataram kembali menggandeng Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Timur (Diskop UKM Lotim), Bapak Hirsan selaku Kepala Bidang Pemberdayaan UKM dan Bapak Zainul selaku staff di bagian Pemberdayaan UKM untuk memberikan materi seputar Digital Marketing dan Digital Branding, khususnya bagi UMKM terasi yang belum memiliki brand produk dan masih bingung dengan cara memasarkan produk hingga ke luar Pulau Lombok.
Acara ini dibuka dengan sambutan hangat dari Sekretaris Desa Jerowaru yang menyampaikan penghargaan kepada mahasiswa KKN Universitas Mataram serta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Timur atas komitmennya dalam mendukung pelatihan pembuatan brand produk bagi pelaku UMKM. Dalam acara ini juga, beliau berharap pelaku UMKM terutama UMKM terasi yang baru memulai usahanya dapat mengetahui lebih awal cara membuat brand dan pemasaran ke luar Pulau Lombok, sehingga tingkat pemesanan produk dapat meningkat.
Dalam pemaparannya, Bapak Hirsan dan Bapak Zainul sangat menekankan akan pentingnya membuat nama produk yang menarik bagi konsumen sehinga beliau menganjurkan pelaku UMKM untuk menggunakan aplikasi Canva dalam mendesain brand produk. Setelah anjuran ini disampaikan, beliau mengajarkan serta memberikan pelatihan terkait cara instal aplikasi Canva dan mendesain brand produk dari awal hingga akhir kepada pelaku UMKM.
Setelah penyampaian materi selesai, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara pelaku UMKM dengan pemateri. Sesi tanya jawab dan diskusi menjadi salah satu bagian yang paling interaktif, dimana para pelaku UMKM antusias menanyakan berbagai hal, seperti desain brand produk yang unik, legalitas produk, baik NIB maupun halal, hingga peluang bantuan modal dan pelatihan lanjutan. Selain itu, jawaban yang diberikan oleh pemateri juga memunculkan pencerahan dan motivasi baru bagi para pelaku UMKM, ujar salah satu UMKM terasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Dusun Badui Jor terutama UMKM terasi semakin termotivasi dalam memanfaatkan aplikasi Canva dan pemasaran dengan menggunakan media sosial maupun marketplace sebagai media distribusi produk secara online serta meningkatkan kualitas produknya dan mampu menembus jangkauan pasar yang lebih luas, baik secara lokal maupun nasional. Mengingat pemasaran produk secara online lebih efisien dan efektif bagi produsen maupun konsumen di era digital ini. (Zahrul & Fathin)